Inilah Jagoan PTA Lampung

Jadwal sidang yang akurat disuguhkan oleh sebuah komputer layar sentuh
Jakarta| Badilag.net (20/10/2011)
Tim Monitoring Program Prioritas Badilag memantau pelaksanaan Meja Informasi dan Pelayanan Publik di beberapa PA di wilayah PTA Lampung (17-19/10/2010). Tim ini terdiri dari H. Abdul Halim, S.H, M.M (Kasubdit. Bimbingan dan Monitoring/ koordinator), Hj. Hery Sulaksmi (Kasi. Mutasi I pada Subdit Mutasi Panitera dan Jurusita), Rahmat Arijaya (Staf Khusus Dirjen Badilag Urusan Luar Negeri) dan Ferdiansyah. Ada tiga PA yang dipantau, yaitu PA Tanjung Karang, PA Kalianda dan PA Gunung Sugih. Ketiga PA ini merupakan jagoan-jagoan yang diajukan oleh PTA Lampung.
KPTA Lampung, Drs.H. Sudirman Malaya, S.H.,M.H, mengatakan bahwa secara umum, seluruh PA di wilayah PTA Lampung, telah mengimplementasikan layanan Meja Informasi.
“Sejak terbitnya Surat Edaran Dirjen Badilag No. 017/Dj.A/SK/VII/2011 tentang Pedoman Pelayanan Meja Informasi di Lingkungan Peradilan Agama, kami langsung menginstruksikan seluruh PA di wilayah PTA Lampung untuk mengimplementasikannya”, jelas Drs.H. Sudirman Malaya, S.H., M.H.
Waka PTA Lampung, Drs.H. Rahmat Satya Wibawa, S.H., M.Hum mengungkapan hal senada.
“Walaupun beberapa PA tidak sesempurna yang diharapkan, tetapi semangat dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat tampak ketara dari pembentukan Meja Informasi”, ungkapnya.
Meja Informasi PA Kalianda
Keseriusan PA Kalianda membentuk Meja Informasi sungguh mengesankan. Walaupun PA ini tidak memiliki gedung sebesar PA-PA di Jakarta atau di pulau Jawa, keanggunan, kenyamanan dan kebersihannya menyegarkan mata.
Senyum yang ramah dari penerima tamu (receptionist) menghantarkan seorang laki-laki menuju layanan Meja Informasi, melalui samping kantor. Di atas pintu sebuah ruangan, terdapat tulisan “One Stop Service” dan disebelahnya tertulis “Pusat Informasi”.
Pada ruang One Stop Service, terdapat Meja I, III, Kasir dan Meja Informasi. Sebuah komputer terhubung dengan SIADPA bertengger di atas sebuah meja. Komputer ini ditemani oleh seperangkat telephone yang siap dihubungi siapa saja. “Pengembalian Sisa Panjar” ditulis besar di depan ruangan kasir. Di ruangan itu juga, jenis-jenis perkara yang ditangani dipampang pada sebuah banner besar.

Raung tunggu yang nyaman sangat penting dalam pemberian layanan terbaik
Salah seorang petugas Meja Informasi, Rahman, menunjukkan kecakapannya memberikan informasi kepada seorang laki-laki. Setelah memberikan informasi yang dibutuhkan laki-laki tersebut, lalu ia memberikan sebuah brosur. “Prosedur dan Proses Beperkara di Pengadilan Agama”, itulah judul dari brosur itu. Laki-laki itu terlihat puas dengan penjelasan Rahman. Wajahnya ceriah dan senyumnya lepas.
PA ini tampaknya memahami spirit Meja Informasi dengan sangat baik. Ini terbukti dari daerah “steril” yang diciptakan. Para pihak dan aparat peradilan tidak berbaur sama sekali. Seluruh aparat peradilan masuk melalui pintu depan sementara para pihak melalui pintu samping.
Ruang sidang berada di sebelah gedung utama. Lantai duanya terhubung dengan gedung utama. Melalui lantai dua inilah Panitera Pengganti dan Hakim menuju ruang sidang. Jadi memang PP dan Hakim tidak pernah bertemu dengan para pihak.
“Kami melarang tegas panitera pengganti bertemu dengan para pihak. Setelah mereka masuk ruangan, tidak dibenarkan lagi keluar area steril”, ungkap Pansek PA Kalianda, Sulaiman Marzuki, S.H.
Para pihak yang sedang menunggu giliran perkaranya diperiksa, dapat duduk nyaman pada ruang tunggu yang disediakan. Di sini, jadwal sidang terpampang jelas disebuah papan pengumuman yang besar. Sebuah komputer touch screen yang telah terhubung dengan SIADPA tampak sedang dioperasikan oleh seorang laki-laki.
“Sedang mencari informasi apa Pak?”, tanya Tim Badilag pada laki-laki itu.
“Ingin melihat alat ini saja Pak. Alat ini terlihat menarik. Rupanya jadwal persidangan perkara saya juga ada di sini”, jawabnya sembari tersenyum.
|